KKL Teknik Sipil Undaris Tinjau Proyek Bendungan Karangnongko: Pahami Konstruksi Sumber Daya Air dan Inovasi Material Lokal

Blora, 19/04/2026 – Rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris) berlanjut dengan kunjungan ke Proyek Pembangunan Bendungan Karangnongko Paket 1. Kunjungan ketiga ini memberikan kesempatan berharga bagi 34 mahasiswa untuk memahami secara langsung mega proyek infrastruktur sumber daya air yang vital ini.

Rombongan mahasiswa didampingi oleh Bapak Abdullah, ST., MT. (Dekan Fakultas Teknik Undaris), Ibu Ratih Pujiastuti, ST., MT. (Dosen Pembimbing Lapangan untuk Bidang Bangunan Air), dan Bapak Khoirudin Fakhri, ST., MT. (selaku Dosen Pendamping).

Proyek Bendungan Karangnongko merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, serta pengendali banjir di wilayah Blora, Jawa Tengah, dan sekitarnya. Dengan kapasitas tampung yang besar, bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air dan pangan regional.

Inovasi Material: Penggunaan Tanah Napal sebagai Inti Bendung (Main Dam)

Salah satu informasi teknis menarik yang didapatkan dari proyek ini adalah penggunaan tanah jenis napal sebagai material inti (core) pada tubuh bendungan utama (main dam). Penggunaan material lokal seperti napal ini menunjukkan inovasi dan efisiensi dalam konstruksi bendungan serta adaptasi terhadap kondisi geologi setempat.

Napal adalah jenis batuan sedimen klastik lunak yang terbentuk dari campuran lempung (clay) dan kalsium karbonat (CaCO3). Karakteristik napal yang membuatnya ideal untuk inti bendungan adalah:

  1. Impermeabilitas (Kedap Air): Kandungan lempung yang dominan pada napal membuatnya memiliki permeabilitas yang sangat rendah, fungsi krusial untuk mencegah rembesan air melalui tubuh bendungan.
  2. Ketersediaan Lokal: Jika napal tersedia melimpah di sekitar lokasi proyek, penggunaannya dapat secara signifikan mengurangi biaya transportasi material dan mempercepat waktu konstruksi.
  3. Kepadatan dan Kekuatan: Meskipun pada awalnya lunak, setelah dipadatkan dengan metode yang tepat, napal dapat membentuk inti bendungan yang stabil dan kuat, mendukung integritas struktural bendungan secara keseluruhan.

Penggunaan tanah napal sebagai inti bendung merupakan pilihan desain yang mempertimbangkan aspek geologi lokal, ketersediaan material, serta karakteristik teknis yang memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas bendungan. Hal ini juga menjadi contoh penerapan prinsip teknik sipil dalam memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa Undaris dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu geoteknik, hidrolika, struktur, dan manajemen konstruksi diterapkan dalam skala besar. Interaksi dengan para ahli di lapangan diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang tantangan dan solusi dalam pembangunan infrastruktur vital seperti Bendungan Karangnongko, membekali mereka dengan wawasan praktis yang sangat berharga untuk karir masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *