UNGARAN – Program Studi Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI sukses menyelenggarakan kegiatan Praktikum dan Pelatihan Pengujian Sondir (Cone Penetration Test/CPT) pada Minggu, 13 September 2026 di Halaman Aula HM Mansyur Undaris. Tidak sekadar praktikum biasa, pelatihan pengujian tanah ini dirancang khusus agar bermuatan Sertifikat Kompetensi, yang nantinya akan menjadi dokumen Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berharga saat mahasiswa lulus dan memasuki dunia kerja.
Pelatihan intensif ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang berasal dari gabungan kelas reguler, kelas karyawan, hingga program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Selain diwajibkan bagi mahasiswa Semester V sebagai pemenuhan kurikulum, kegiatan ini juga menarik minat beberapa mahasiswa Semester VIIyang ingin mematangkan keahlian geoteknik mereka sebelum menyusun tugas akhir.
Kegiatan dibimbing langsung oleh Tim Pengampu yang ahli di bidangnya. Ir. Agung Hari Wibowo, SIP., ST., MT. selaku Kaprodi sekaligus Dosen Pengampu mata kuliah Mekanika Tanah Lanjut bertindak sebagai Penanggung Jawab kegiatan. Sementara untuk pemantauan teknis, mahasiswa dipandu oleh Tenardhy Aryarama Wijaya, S.ST., M.Eng. selaku Instruktur Lapangan.
Mahasiswa secara runut melewati tiga tahapan utama pelatihan:
- Pekerjaan Persiapan: Meliputi mobilisasi peralatan geoteknik ke lokasi serta proses setting dan kalibrasi alat sondir agar siap digunakan secara aman.
- Penetrasi dan Pembacaan Data: Mahasiswa melakukan penekanan pipa sondir ke dalam tanah secara bertahap sekaligus mencatat nilai perlawanan konus (konis) dan hambatan pelekat secara riil.
- Analisa Daya Dukung Tanah: Tahap akhir di mana mahasiswa diajarkan mengolah data hasil lapangan menjadi grafik sondir untuk menentukan kapasitas dukung tanah serta kedalaman lapisan tanah keras.
Ketua Program Studi Teknik Sipil Undaris, Ir. Agung Hari Wibowo, SIP., ST., MT., menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat kompetensi ini bagi masa depan alumni.
“Di era industri konstruksi yang semakin kompetitif, ijazah saja tidak cukup. Sertifikat kompetensi dari pelatihan sondir ini akan menjadi bukti sah pendamping ijazah (SKPI) bahwa lulusan Teknik Sipil Undaris benar-benar memiliki keahlian praktis siap pakai di lapangan,” ujar Agung Hari Wibowo.

Selaku instruktur lapangan, Tenardhy Aryarama Wijaya, S.ST., M.Eng., juga turut memberikan pandangannya mengenai performa para peserta selama simulasi berlangsung.
“Para peserta dari semua lini—baik reguler, karyawan, maupun RPL—menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka mampu mengikuti standar operasional prosedur dengan disiplin, mulai dari proses setting alat yang presisi hingga ketelitian dalam pembacaan data penetrasi. Penguasaan lapangan seperti ini adalah modal dasar yang sangat kuat bagi seorang calon engineer,” ungkap Tenardhy Aryarama Wijaya.
Menariknya, pelatihan geoteknik ini sebenarnya telah mulai dibuka untuk masyarakat umum dan praktisi eksternal. Meski pada pelaksanaan kali ini seluruh peserta masih didominasi oleh mahasiswa internal Undaris, pihak program studi melihat hal ini sebagai peluang besar untuk pengembangan ke depan.
“Kedepannya, kami akan mempromosikan program pelatihan sertifikasi ini secara lebih luas dan mendalam ke pihak eksternal, baik SMK mitra maupun praktisi konstruksi muda. Fasilitas lapangan dan laboratorium yang kami miliki sangat siap untuk menjadi pusat peningkatan kompetensi teknik sipil di wilayah Ungaran dan sekitarnya,” pungkas Ir. Agung Hari Wibowo optimistis.
