Merespons Polemik Eksplorasi Geothermal Gunung Ungaran, Teknik Sipil Undaris Hadirkan Mimbar Akademik Netral dan Komprehensif

UNGARAN, 10 Oktober 2026 – Memasuki fase krusial rencana pengawasan dan pengembangan potensi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Program Studi Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (Undaris) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Integrasi Hidrogeologi dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dalam Pengembangan Potensi Geothermal Gunung Ungaran” pada Sabtu (10/10/2026).

Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah Ring 1 Gunung Ungaran, Undaris mengambil tanggung jawab moral dan keilmuan untuk menjembatani diskusi publik yang hangat terkait isu lingkungan dan energi bersih. Seminar yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Tenardhy Aryarama Wijaya, S.ST., M.Eng. ini digelar secara hybrid di Aula HM Mansyur Undaris serta ruang virtual, memfasilitasi diskusi ilmiah objektif dengan menghadirkan pakar sumber daya air, ahli kehutanan, instansi pemerintah, akademisi, LSM, hingga BEM mahasiswa.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Program Studi Teknik Sipil Undaris, Ir. Agung Hari Wibowo, S.IP., S.T., M.T., menegaskan posisi kampus sebagai ruang akademis yang netral.

“Sebagai institusi pendidikan yang berada di Ring 1 Gunung Ungaran, kami memiliki tanggung jawab moral dan keilmuan untuk merespons dinamika sosial serta teknis terkait eksplorasi geothermal. Seminar ini diselenggarakan sebagai mimbar akademik yang netral untuk memberikan pencerahan berbasis data dan kajian ilmiah yang komprehensif bagi seluruh pihak,” ujar Ir. Agung Hari Wibowo.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Undaris, Prof. Dr. Eka Handriani, S.E., M.M.(mewakili Rektor Undaris, Dr. Hj. Ida Zahara Adibah, M.S.I.), setelah sebelumnya mendapatkan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Teknik Undaris, Abdullah, S.T., M.T.

Sorotan Materi Narasumber: Kebutuhan Air & Preservasi Daya Dukung Lingkungan

Dipandu oleh moderator Ratih Pujiastuti, S.T., M.T., sesi inti menghadirkan dua pakar utama yang membedah potensi geothermal sebesar Gunung Ungaran dari sudut pandang teknis hidrogeologi dan kelestarian ekosistem:

  1. Prof. Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc., IPU, ASEAN Eng. (Guru Besar Teknik Sipil Universitas Diponegoro) Prof. Suharyanto memaparkan analisis konsumsi air pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPb). Beliau menjelaskan bahwa estimasi konsumsi air operasional untuk potensi 55 MW di Ungaran relatif rendah, yakni diperkirakan kurang dari 0,1 m3/detik secara kontinu. Penggunaan teknologi seperti Binary-Cycle atau Flash Steam jauh lebih hemat air dan beremisi sangat rendah dibandingkan pembangkit berbasis fosil (PLTU). Beliau merekomendasikan penerapan sistem recycle/reuse, peningkatan pemanenan air hujan (rainwater harvesting), serta pemilihan teknologi efisien air.
  2. Dr. Mafut Munajat, S.Hut., M.IL. (Dosen Teknik Sipil Undaris / Dinas Kehutanan Wilayah VIII Provinsi Jawa Tengah) Dr. Mafut menyoroti profil ekosistem sensitif Gunung Ungaran yang merupakan hulu bagi 5 DAS Prioritas di Jawa Tengah (Garang, Jragung, Tuntang, Bodri, Blorong) serta habitat satwa endemik terlindungi seperti Elang Jawa dan Lutung Jawa. Beliau menggarisbawahi pentingnya prinsip kehati-hatian (pre-cautionary principle) dan penghitungan daya dukung serta daya tampung lingkungan. Pemanfaatan energi geothermal harus memperhitungkan valuasi lingkungan secara menyeluruh, rehabilitasi lahan kritis, serta pelibatan masyarakat secara aktif sejak tahap perencanaan hingga operasional.

Sesi Tanya Jawab Interaktif: Kritis Menyoroti Risiko Lingkungan dan Hidrologi

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan tingginya kepedulian akademisi serta mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekitar:

  • Drs. Mulyoto, M.Pd. (Dosen Prodi Teknik Sipil Undaris) mengajukan pertanyaan kritis mengenai kondisi klimatologi mikro saat ini di mana suhu Ungaran telah mencapai 36°C, serta kekhawatiran dampak teknis jika pengeboran dilakukan (“jika Gunung Ungaran dibor dan terjadi kebocoran, bagaimana?”). Beliau juga menyoroti kepastian sumber pasokan air bersih agar tidak mengeringkan sumber air warga sekitar, serta mempertanyakan kejelasan status dokumen AMDAL/KLHS dan analisis kebutuhan riil di lapangan.
  • Wahyu Joko Setiawan (Mahasiswa Teknik Sipil Undaris) menggali aspek metodologi ilmiah yang digunakan untuk memastikan kegiatan eksplorasi tidak mengganggu air tanah, ketersediaan data hidrologi jangka panjang, serta bentuk inovasi teknologi yang disiapkan untuk memulihkan potensi kerusakan lingkungan.
  • Arraya Aulia (Mahasiswa Teknik Sipil Undaris) mengangkat keresahan sosial masyarakat terkait mitigasi dan manajemen respons jika kekhawatiran penurunan debit air terbukti nyata di lokasi rencana eksplorasi geothermal.

Pernyataan Penutup (Closing Statement) dan Dukungan Pemerintah

Rangkaian seminar ditutup dengan statement penutup dari perwakilan pemerintah daerah:

  • Bapak Yusa (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang) menyoroti isu krusial mengenai strategi dan skema konservasi air tanah, khususnya di sekitar area sumur dalam (deep well), agar aktivitas eksplorasi tidak mengganggu cadangan air permukaan maupun bawah tanah.
  • Perwakilan Bapperida Kabupaten Semarang menegaskan regulasi dan komitmen daerah bahwa seluruh bentuk kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan saat ini sudah diwajibkan untuk menerapkan dan mengintegrasikan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Program Studi Teknik Sipil – Fakultas Teknik

Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (Undaris)

Jl. Tentara Pelajar No. 13, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *